Jumat, 17 Oktober 2008

PENGARUH STRUKTUR AKTIVA DAN UKURAN PERUSAHAAN

Struktur modal yang optimal merupakan struktur modal yang diperkirakan akan menghasilkan biaya modal rata-rata tertimbang yang paling rendah yang diharapkan dapat meningkatkan harga saham perusahaan. Namun sumber dana mana yang akan digunakan perusahaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor internal perusahaan diantaranya struktur aktiva dan ukuran perusahaan. Kedua faktor tersebut diperkirakan akan berpengaruh terhadap struktur modal yang pada akhirnya akan berdampak pula terhadap harga saham perusahaan.

Pembentukan struktur modal perusahaan merupakan salah aspek penting didalam perusahaan khususnya didalam pendanaan jangka panjang perusahaan. Pada prinsipnya pemenuhan kebutuhan modal jangka panjang (investasi) suatu perusahaan dapat di sediakan melalui penerbitan utang (obligasi) atau modal sendiri (equity) diantaranya melalui penerbitan saham. Kedua jenis modal ini memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Penerbitan utang mempunyai dua keuntungan yaitu penghematan pajak dan pendapatan tetap bagi pemegang utang. Sedangkan kelemahan utang diantaranya semakin tingginya risiko perusahaan. Terlalu banyak utang juga dapat menghambat perkembangan perusahaan yang pada gilirannya dapat membuat keengganan pemegang saham untuk tetap menanamkan modalnya. (Brigham dan Houston, 1998).

Perubahan pada kedua faktor tersebut pada akhirnya akan berpengaruh pula terhadap harga saham perusahaan. Harga saham perusahaan pada dasarnya merupakan suatu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur nilai perusahaan sebagai ukuran kinerja perusahaan (Wright dan Ferris, 1997; Walker, 2000). Harga saham digunakan sebagai proksi nilai perusahaan karena harga saham merupakan harga yang bersedia dibayar oleh calon investor apabila ingin memiliki suatu bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.

Struktur aktiva yang diukur oleh proporsi aktiva tetap terhadap total aktiva, memiliki hubungan yang positif terhadap struktur modal. Artinya apabila struktur aktiva mengalami peningkatan maka semakin tinggi pula jumlah utang dan semakin tinggi pula struktur modal perusahaan. (Titman dan Wessels, 1988; Weston dan Copeland, 1996; Brigham dan Houston, 1998; R. Agus Sartono, 2001; Voulgaris et al, 2002; Bhaduri, 2002).

Ukuran perusahaan menunjukkan besarnya skala perusahaan. Ukuran perusahaan dapat diukur oleh total aktiva (asset). (Titman dan Wessels,1988). Aktiva itu sendiri adalah kemungkinan manfaat ekonomi masa depan yang diperoleh atau dikendalikan oleh suatu perusahaan sebagai hasil dari transaksi-transaksi atau kejadian- kejadian yang lalu. (Kieso dan Weygandt, 1993 dan SAK, 2002). Seperti halnya tingkat penjualan, ukuran perusahaanpun memiliki hubungan yang berbeda dengan struktur modal. Di satu sisi ukuran perusahaan memiliki hubungan yang positif dengan struktur modal (Warner, 1977; Ang, Chua dan McConnel, 1982). Namun disisi lain memiliki hubungan yang negatif (Suad Husnan, 1994; Weston dan Copeland, 1996; Levy dan Sarnat, 1998; Brigham dan Houston, 1998; R. Agus Sartono, 2001; Ozkan, 2001; Voulgaris et al, 2002; Bhaduri, 2002).

Tidak ada komentar: